Vintage vs Retro, Mana Pilihanmu?

Saturday, August 16th, 2014 - Fashion Perempuan

Perbandingan Model Busana Vintage Dengan RetroVintage vs Retro – Vintage dan retro tak asing lagi di telinga kita. Mungkin sebagian orang menganggapnya sama karena old fashioned-nya. Lalu apa perbedaan vintage dan retro?

Menurut kamus Oxford, kata vintage berarti “old and of very high quality“. Bisa disimpulkan vintage adalah barang-barang atau baju, bisa baru atau lama yang menggunakan model dari tahun 1920 – 1980 an. Sedangkan retro sendiri merupakan kependekan dari kata ‘retrospecive’ yang biasanya mengacu pada pakaian masa lalu. Menurut Longman Dictionary of Contemporary English, kata retro berarti “deliberately using styles of fashion or design from design from the recent past”. Bisa dibilang retro sendiri mengacu pada gaya baru namun dikemas dalam trend masa lalu.

Untuk warna, vintage lebih di dominasi dengan warna-warna terang dan mencolok seperti merah, hijau dan warna-warna pudar sehingga membawa suasana dingin dan kuno. Sedangkan retro memiliki kombinasi warna yang lebih natural seperti hitam, coklat, cream, putih maupun hitam, sehingga memiliki kesan hangat.

Desain baju vintage tidak lepas dari desain yang simpel dengan corak bunga yang cantik, motif polkadot, kerah bulat, berenda maupun pita-pita yang membuat style berpakaian Anda agar lebih manis dan anggun. Kategori vintage sendiri bisa dibilang jauh lebih feminim namun simpel. Misalnya rok A-Line di bawah lutut, celana bawah pendek ketat, blouse tanpa lengan, dres bunga-bunga. Sedangkan retro lebih kontemporer, bebas dan gemerlap macam celana cutbray seperti mode pakaian yang dikenakan Cher, Elvis Presley, serta Michael Jackson.

Perbandingan vintage dan retro dari masa ke masa:

  • Tahun 1920an

Vintage tahun 1920an merupakan era busana flapper, dan memiliki detail manik-manik. Sementara retro pada era ini lebih merujuk pada brand Chanel yang saat itu terkenal dengan dress, laces, flapper skirt dan dipadukan dengan aksesoris kalung mutiara yang ditumpuk.

  • Tahun1940an

Pada era ini vintage lebih cenderung mengenakan pakaian dengan bahan dasar wol dan dimeriahkan dengan perhiasan, sedangkan retro lebih fokus pada penggunaan coat, blazer dan mengarah ke gaya formal untuk bekerja.

  • Tahun 1960an

Mulai muncul banyak pola dalam gaya pakaian vintage seperdi polkadots, paisley serta stripes. Tampilan hippie merupakan mode yang paling mendominasi pada era ini. Untuk retro juga tak jauh berbeda seperti vintage, yaitu trend hippie penuh warna.

  • tahun 1970an

Dress panjang, pakaian rajut, pakaian dengan model disko mulai bermunculan pada era ini. Musik disko pada era ini sangat mempengaruhi dunia fashion pada saat itu. Celana cut bray merupakan model celana yang sangat diminati hampir disemua kalangan.

Itulah beberapa perbedaan vintage dan retro. Merek ternama macam Channel, Yves St. Laurent, Marc Jacobs, Dooney and Bourke kerap menggunakan model vintage maupun retro dalam produksi fashion mereka. Vintage dan retro tidak akan tenggelam dimakan jaman, karena setiap tahunnya pasti akan muncul kembali dalam bidang fashion dan dikemas dalam desain-desain yang lebih menarik.

Vintage vs Retro, Mana Pilihanmu? | VIvi Ristia Octaviani | 4.5